MORFEM
Pengertian
Morfem
Morfem (bahasa
Inggris: Morpheme)
adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Morfem tidak bisa
dibagi kedalam bentuk bahasa yang lebih kecil lagi. Dalam tata bahasa
Inggris,
Morfem berfungsi untuk membedakan kata jamak (plural),
kata masa lampau (past tense), dan sebagainya. Tata Bahasa
Tradisional
tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebab morfem bukanlah satuan dalam
sintaksis,
dan tidak semua morfem mempunyai makna secara filosofis.
Identifikasi
Morfem
Untuk mengidentikasi sebuah morfem perlu dilakukan
perbandingan satuan bentuk kata dengan bentuk-bentuk satuan kata yang lain. Sebuah kata
bisa dikatakan morfem apabila bentuk satuan katanya bisa hadir sacara berulang-ulang
dalam bentuk yang lain. Perhatikan contoh berikut:
Perbandingan Bentuk [kedua]
|
·
Kedua
|
·
Ketiga
|
·
Kelima
|
·
Ketujuh
|
·
Kedelapan
|
·
Kesembilan
|
·
Kesebelas
|
Bentuk [kedua] jika dibandingkan dengan
contoh diatas dapat disegmentasikan sebagai satuan tersendiri dan mempunyai
makna yang sama, yaitu menyatakan tingkat atau derajat.
Sehingga bentuk ke pada contoh diatas adalah morfem, karena merupakan
bentuk terkecil yang berulang-ulang dan mempunyai makna yang sama.
Sekarang perhatikan bentuk ke pada daftar
berikut:
Perbandingan Bentuk ke
|
·
Kepasar
|
·
Kekampus
|
·
Kedapur
|
·
Kemesjid
|
·
Kealun-alun
|
·
Keterminal
|
Bentuk ke pada contoh diatas juga dapat
disegmentasikan sebagai morfem, karena memiliki satuan tersendiri dan mempunyai
arti yang sama,
yaitu menyatakan arah dan tujuan.
Tetapi, bentuk ke pada contoh pertama tidak
sama dan bentuk ke pada contoh kedua. Keduanya merupakan dua buah morfem
yang berbeda, meskipun bentuknya sama.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, kesamaan arti dan kesamaan bentuk merupakan
ciri atau identitas sebuah morfem.
Sekarang perhatikan contoh selanjutnya:
Perbandingan Bentuk tinggal dan ninggal
|
·
Meninggalkan
|
·
Ditinggal
|
·
Tertinggal
|
·
Peninggalan
|
·
Ketinggalan
|
·
Sepeninggal
|
Dari daftar tersebut terdapat bentuk yang sama yang
dapat disegmentasikan
dari bagian unsur-unsur
lainnya, yaitu bentuk tinggal dan ninggal. Bentuk tinggal
dan ninggal adalah sebuah morfem karena bentuk dan maknanya sama. Untuk
mengetahui sebuah bentuk adalah morfem, perlu diketahui terlebih dahulu
maknanya. Perhatikan contoh berikut:
Perbandingan Bentuk lantar
|
·
Menelantarkan
|
·
Terlantar
|
·
Lantaran
|
Bentuk "lantar" meskipun terdapat
berulang-ulang pada bentuk menelantarkan, terlantar, dan lantaran
bukanlah sebuah morfem karena tidak ada maknanya. Menelantarkan dengan terlantar
memang masih memiliki hubungan, tetapi bentuk menelantarkan dan terlantar
tidak ada hubungannya dengan lantaran.
Klasifikasi Morfem
Morfem-morfem dalam setiap bahasa dapat diklasifikasikan
berdasarkan beberapa kriteria, antara lain kebebasannya, keutuhannya, dan
maknanya. Berikut ini adalah klasifikasi morfem:
1.Morfem
Bebas dan Morfem Terikat
Morfem bebas (bahasa
Inggris: Free Morpheme)
adalah morfem yang dapat berdiri sendiri dalam satu kalimat pertuturan tanpa
adanya morfem lain. Sebagai contoh, misalnya, bentuk pulang, makan,
rumah, dan bagus. Morfem-morfem tersebut dapat berdiri sendiri
dan dapat digunakan tanpa harus terlebih dahulu menggabungkannya dengan morfem
lain. Sebaliknya, morfem terikat (bahasa Inggris:
Bond Morpheme) adalah
morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dan selalu terikat pada morfem lain. Contohnya
adalah bentuk juang, henti, gaul, baur, bugar,
renta dan kerontang. Morfem-morfem tersebut tidak dapat muncul
dalam pertuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi, seperti afiksasi, reduplikasi,
dan komposisi.
2. Morfem
Utuh dan Morfem Terbagi
Morfem Utuh adalah morfem yang terdiri dari satu
kesatuan. Misalnya {meja}, {kursi}, {kecil}, {laut}, dan {pulpen}. Sedangkan morfem terbagi adalah adalah morfem
yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Contohnya ada pada kata kesatuan
yang memiliki satu morfem utuh, yaitu {satu} dan satu morfem terbagi yaitu
{ke-/an}. Contoh lainnya adalah kata perbuatan, terdiri dari satu morfem
utuh {buat} dan satu morfem terbagi {per-/an}.
3. Morfem
Segmental dan Morfem Suprasegmental
Morfem segmental adalah morfem
yang berwujud bunyi dan dibentuk oleh fonem-fonem segmental,
seperti morfem {lihat}, {lah}, {sikat}, dan {ber}.Sedangkan morfem suprasegmental adalah
morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental, seperti tekanan,
nada, durasi, dan sebagainya. Morfem
suprasegmental misalnya terdapat dalam bahasa Ngbaka di Kongo Utara, Afrika.
Setiap kata kerja selalu disertai petunjuk waktu
(bahasa Inggris:
Tense) yang berupa nada. Dalam bahasa Ngbaka untuk mengungkapkan
kalimat masa kini digunakan simbol nada turun (ˋ), kalimat masa lampau
menggunakana nada datar (ˉ), kalimat masa nanti menggunakan nada turun naik
(ˇ), dan untuk kalimat imperatf menggunakan nada
naik (ˊ). Bahasa
yang memiliki morfem suprasegmental di
antaranya adalah bahasa Burma, Cina, dan Thailand. Sedangkan Bahasa
Indonesia tidak memiliki morfem suprasegmental.
4. Morfem Beralomorf Zero
Morfem beralomorf zero (lambangnya berupa Ø)
adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun
suprasegmental, melainkan berupa "kekosongan". Morfem beralomorf zero
merupakan morfem penanda jamak dalam bahasa Inggris
dan tidak berlaku pada Bahasa Indonesia. Contohnya adalah bentuk sheep,
baik bentuk tunggal maupun jamak, kata Sheep akan tetap menjadi sheep
dan tidak mengalami perubahan. Dalam bentuk tunggal dapat ditulis {sheep},
sedangkan dalam bentuk jamak menjadi ({sheep}+{Ø}).
5. Morfem Bermakna Leksikal dan Morfem Tidak Bermakna Leksikal
Morfem bermakna leksikal
adalah morfem yang memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses
dengan morfem lain. Morfem bermakna leksikal jumlahnya tidak terbatas dan
sangat produktif. Misalnya,
{kuda}, {pergi}, {lari}, {makan} dan {merah}. Morfem seperti ini dengan
sendirinya sudah dapat digunakan secara bebas. Sedangkan morfem tidak bermakna leksikal
adalah morfem yang tidak memiliki makna apapun pada dirinya sendiri. Morfem ini
baru mempunyai makna
jika digabung dengan morfem lain dalam suatu proses morfologi. Termasuk
morfem tidak bermakna leksikal adalah morfem-morfem afiks seperti, {ber-},
{me-}, dan {-ter}.
sumber ; https://id.wikipedia.org/wiki/Morfem
Tidak ada komentar:
Posting Komentar