JENIS DAN PENGEMBANGAN PARAGRAF
- JENIS PARAGRAF
- Paragraf Pembuka
Paragraf pembuka merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada isi
suatu pembicaraan yang akan dipaparkan kemudian di dalam karangan. Paragraf
pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan
pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan. Paragraf pembuka
bertujuan untuk menutarakan sauatu aspek
pokok pembicaraan dalam karangan.
Paragraf pembuka memiliki peran sebagai
pengantar bagi pembaca untuk sampai pada masalah yang akan diuraikan oleh
penulis. Karena itu, paragraf pembuka hendaknya menarik minat dan perhatian
pembaca serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan
disajikan berikutnya serta sanggup mempersiapkan pikiran pembaca kepada masalah
yang akan diuraikan. Salah satu cara untuk menarik perhatian adalah dengan
mengutip pernyataan atau pendapat yang merangsang dari para ahli atau orang yang
terkenal di bidangnya. Usahakan paragraf pembuka ini tidak terlalu panjang agar
pembaca tidak merasa bosan. Di samping untuk menarik perhatian pembaca,
paragraf pembuka juga berfungsi untuk menjelaskan tujuan dari penulisan itu. Tiap jenis karangan akan mempunyai paragraf yang membuka atau menghantar
karangan itu, atau menghantar pokok pikiran dalam bagian karangan itu. Sebab
itu sifat dari paragraf semacam itu harus menarik minat dan perhatian pembaca,
serta sanggup menyiapkan pikiran pembaca kepada apa yag sedang diuraikan.
Paragraf yang pendek jauh lebih baik, karena paragraf-paragraf yang panjang
hanya akan meimbulkan kebosanan pembaca.
Fungsi paragraf pembuka:
- Mengantar pokok pembicaraan
- Menarik minat dan perhatian pembaca
- Menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh
karangan.
- Menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan
selanjutnya.
2. Paragraf
Pengembang
yaitu paragraf yang berfungsi menerangkan atau
menguraikan gagasan pokok karangan.
Fungsi paragraf pengembang adalah:
1)
Menguraikan, mendeskripsikan,
membandingkan, menghubungkan, menjelaskan, atau menerangkan
Kata-kata yang lazim digunakan: mengidentifikasi,
menganalisis, detail, fungsi, dll.
2)
Menolak konsep: alasan,
argumentasi, contoh, fakta, rincian, menyajikan dukungan.
Kata-kata yang lazim digunakan: bertentangan dengan,
berbeda dengan, tidak sejalan dengan, dll.
3)
Mendukung konsep: argumen,
argumentasi, fakta, rincian.
Kata-kata yang lazim digunakan: tambahan pula, lebih
jauh, sejalan dengan hal itu, dll.
- Paragraf Penutup
Paragraf penutup bertugas mengakhiri sebuah tulisan atau karangan. Semua
karangan pasti diakhiri dengan paragraf penutup untuk menjamin bahwa
permasalahan yang dipaparkan pada awal paragraf karangan itu terjawab secara
jelas tegas dan tuntas di dalam paragraf-paragraf pengembang, dan disimpulkan
atau ditegaskan kembali di dalam paragraf penutup.
Jadi, isi paragraf itu dapat berupa simpulan atau penegasan kembali
pemaparan yang telah disajikan sebelumnya. Atau, adakalanya pula sebuah
paragraf penutup berisi rangkuman dari perincian-perincian jabaran yang telah
dilakukan sebelumnya di dalam bagian isi karangan atau tulisan.
Paragraf penutup dalam karangan ilmiah juga bertugas untuk meninggalkan
bahan-bahan perenungan yang bisa disajikan didalam bentuk kalimat tanya
refleksi dan retoris. Bukanlah maksud dari pertanyaan itu untuk mengundang
jawaban yang baru di dalam paragraf itu, tetapi dengan pertanyaan itu, segala
persoalan dan jawaban yang telah disampaikan di dalam tulisan atau karangan itu
dipersilahkan untuk dibatinkan di kedalaman hati para pembaca.
- PENGEMBANGAN PARAGRAF
Pengembangan
paragraph terdiri atas:
- Pengembangan Alamiah
- Pengembangan Deduksi-
Induksi
- Pengembangan Analogi
- Pengembangan klasifikasi
- Pengembangan Komparatif
dan Kontrstif
- Pengembangan Sebab Akibat
- Pengembangan Klimaks-
Antiklimaks
- Pengembangan
Alamiah
Pengembangan
paragraf secara alamiah adalah paragraf yang dikembangkan berdasarkan urutan
waktu yang bersifat kronologis. Pengembangan ini dilakukan dengan menjelaskan
pikiran utama dengan urutan ruang atau urutan waktu. Pengembangan dengan urutan
ruang bisa dilakukan dengan menjelaskan ruang dari yang paling dekat hingga
yang paling jauh atau sebaliknya. Pengembangan dengan urutan waktu bisa dimulai
dari yang paling awal hingga akhir atau sebaliknya. Paragraf dengan pola
pengembangan alamiah biasanya digunakan pada paragraf naratif atau prosedural.
Contoh:
Paragraf yang dikembangkan dengan urutan ruang
Fasilitas produksi pabrik itu berada pada lokasi
yang strategis. Sekitar dua kilometer di sebelah barat adalah gudang milik
pemasok bahan baku. Di sebelah timur, terdapat aliran sungai bersih yang
menjadi sumber air untuk proses pengolahan. Dan yang terpenting, akses menuju
jalan tol yang berada sekitar dua kilometer di sebelah selatan pabrik.
Pargraf yang dikembangkan dengan urutan waktu
Seluruh aktivitas penelitian akan diselesaikan
dalam tahun 2012. Tahap penyusunan rencana penelitian akan selesai pada akhir
bulan Januari. Tahap pengumpulan data dari sampel membutuhkan waktu tiga bulan
dan akan selesai pada pertengahan bulan April. Tahap analisa data membutuhkan
waktu lima bulan. Tahap ini akan selesai pada bulan Oktober. Tahap akhir
penelitian adalah penulisan laporan. Tahap tersebut akan diselesaikan pada
bulan Desember.
- Pengembangan
Deduksi- Induksi
a. Pola Pengembangan Deduksi
Paragraph
deduktif adalah paragraph yang diawali dengan hal-hal yang bersifat umum dan
diperjelas dengan hal-hal yang bersifat khusus. Kalimat utama berada di awal
paragraph.
Contoh:
Beberapa
tips menjelang Ujian Akhir Nasional. Jangan
pernah belajar “dadakn”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai
dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal.
Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari
dibuku.
b. Pola Pengembangan Induksi
Paragraph
induktif adalah paragraph yang dikembangkan mulai dengan hal-hal yang khusus ke
hal-hal yang umum. Kalimat utama berada di akhir paragraph.
Pola pengembangan paragraph
induksi dibagi menjadi beberapa bagian, antara lain:
a. Generalisasi,
yaitu paragraph yang dikembangkan dengan pola hubungan dari khusus ke umum.
Contoh:
Gelombang Cinta merupakan salah satu jenis anthurium yang mempunyai harga
mahal. Jenmani juga merupakan anthurium yang banyak dicari karena harganya yang
fantastis. Selain karena harganya, Jenmani dicari penggemar tanaman hias karena
keindahan daunnya. Tidak hanya Jenmani dan Gelombang Cinta yang dicari
penggemar tanaman hias, namun semua jenis anthurium ikut diburu penggemar
tanaman hias karena memiliki harga yang tinggi.
b. Analogi,
yaitu paragraph yang dikembangkan dengan membandingkan dua atau lebih benda
yang dianggap memiliki kesamaan kemudian menarik kesimpulan.
Contoh:
Gelombang Cinta dapat dilihat dari gelombang daunnya. Indahnya Gelombang
Cinta sama seperti gelombang air. Semakin banyak gelombang yang dihasilkan
daunnya, semakin indah pula Gelombang Cinta. Begitu juga dengan gelombang air,
semakin bergelombang air semakin indah untuk dinikmati. Dengan demikian,
indahnya Gelombang Cinta dan air terletak pada gelombang yang dihasilkan.
c.
Sebab-akibat, yaitu paragraph
yang dikembangkan berdasarkan hubungan sebab akibat. Dalam paragraph ini,
akibat bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum.
Sedangkan sebab bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat
khusus.
Gelombang Cinta memiliki daun yang bergelombang, harga Gelombang Cinta juga
tinggi. Tidak hanya itu, kepopuleran Gelombang Cinta membuat orang ingin
memilikinya. Tidak heran banyak orang ingin membudidayakan Gelombang Cinta.
d. Akibat-sebab,
yaitu paragraph yang dikembangkan berdasarkan hubungan akibat sebab. Sebab
bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan
akibat bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.
Contoh:
Para pembeli Gelombang Cinta terpaksa berdesak-desakkan di luar toko.
Mereka juga berdesak-desakkan di dalam toko. Mereka ada yang duduk, ada yang
berdiri, ada pula yang antre. Bahkan, ada yang duduk beralaskan koran.
Mereka rela mengantre karena harga Gelombang Cinta di toko itu sangat murah.
c. Pola Pengembangan Deduksi-Induksi
(Campuran)
Paragraph campuran adalah
paragraph yang kalimat utamanya terletak di awal dan akhir paragraph. Dalam
paragraph ini terdapat dua kalimat utama. Kalimat terakhir umumnya mengulangi
gagasa yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit penekanan dan variasi.
Contoh:
Beberapa
tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan
pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah mulai
dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara menjawab kumpulan soal-soal di buku kumpula soal.
Mencocokkannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di
buku. Oleh karena itu, sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar
menjelang UAN.
- Pengembangan
Analogi
Analogi menunjukkan ketidaksamaan (perbedaan) yang sisitematis antara dua
barang atau hal yang berlainan kelasnya. Lain halnya dengan perbandingan dan
pertentangan yang memberikan sejumlah ketidaksamaan antara dua hal. Bila
seseorang mengatakan “awan dari sebuah atom itu membentuk sebuah cendawan
raksasa”, maka perbandingan antara awan ledakan atom dan cendawa merupakan
sebuah analogi, sebab sebuah hal itu sangat berbeda kelasnya, kecuali kesmaan
bentuknya.
Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu yang tidak atau
kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal baik oleh umum, untuk menjelaskan
hal yang kurang umum. Perhatikan contoh berikut:
“Pencabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta
tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan
dengan pencabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu batang pohon tadi
mengeluarkan ranting-ranting yang baru. Demikian seterusnya. Begitu pula
pencabangan pada bahasa.
Tetapi harus diingat bahwa antara pencabangan bahasa dan pencabangan
sebatang pohon terdapat suatu perbedaan. Setelah sebuah bahasa bercabang, maka
antara bahasa-bahasa yang baru itu masih terdapat kontak timbal-balik, masih
terjalin pengaruh mempengaruhi antara kedua bahasa itu. Lain halnya dengan
cabang sebuah pohon atau ranting yang terpisah, ia tidak menghiraukan lagi
nasib cabang atau ranting-ranting lainnya.”
- Pengembangan Klasifikasi
Dalam
pengembangan karangan kadang-kadang diperlukan pengelompokan hal-hal yang
mempunyai persamaan. Pengelompokan ini bekerja kedua arah yang berlawanan,
yaitu pertama mempersatukan satuan-satuan ke dalam satu kelompok, dan kedua,
memisahkan satuan-satuan tadi dari kelompok yang lain (Keraf dalam Mudlofar
2002: 103).
Pola
Paragraf Klasifikasi merupakan suatu pengembangan paragraf melalui pembentukan
kelompok yang berdasar atas sifat-sifat tertentu. Kata atau ungkapan yang
biasanya digunakan yaitu dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi,
dan mengklasifikasikan.
Contoh Pola Pengembangan Paragraf Klasifikasi :
a.
Contoh 1:
Pengklasifikasian
pada tumbuhan memiliki tujuan dan manfaat. Klasifikasi tumbuhan merupakan suatu
cara sebagai pembentukan kelas-kelas, kelompok, atau unit melalui pencarian
keseragaman dalam keanekaragaman tumbuhan. Pengklasifikasian tumbuhan memiliki
tujuan untuk menyederhanakan ruang lingkup obyek studi yang akan diteliti.
Klasifikasi tumbuhan dapat membantu dalam mengetahui jenis-jenis tumbuhan,
mengetahui hubungan antar tumbuhan dan mengetahui kekerabatan antar tumbuhan
yang beraneka ragam. Perbedaan dasar yang digunakan dalam mengadakan
klasifikasi tumbuhan tentu saja memberikan hasil klasifikasi yang berbeda-beda,
yang dari waktu ke waktu menyebabkan lahirnya Sistem Klasifikasi yang berbeda.
Namun pada prinsipnya, kesamaan-kesamaan atau keseragaman itulah yang dijadikan
dasar dalam mengadakan klasifikasi, misalnya klasifikasi berdasarkan lingkungan
hidupnya, seperti tumbuhan air, tumbuhan darat, tumbuhan dataran tinggi,
tumbuhan dataran rendah, atau berdasarkan kegunaannya seperti tumbuhan sandang,
obat-obatan, hias, dan lain sebagainya.
b. Contoh 2:
Dewasa ini ada berbagai sumber yang dapat
dimanfaatkan sebagai pembangkit tenaga listrik. Sumber-sumber itu selain
berupa tenaga air dan, tenaga matahari, dapat pula berupa tenaga panas bumi dan
tenaga nuklir. Sebagai pembangkit listrik, nuklir telah dimanfaatkan hampir di
seluruh dunia.
- Paragraph
sebab akibat
Paragraph
sebab akibat adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan atau embeberkan
fakta khusus yang menjadi sebab dan samai pada kesimpulan yang menjadi akibat.
Pengembangan paragraph ini seing menggunakan kata-kata padahal, akibatnya, oleh
karena itu, dan karena. Paragraph sebab akibat ini dikembangkan dengan proses
berfikir kausatif. Proses berfikir
ini menyatakan bahwa suatu sebab pasti akan menimbulkan akibat. Sebb menjadi ide pokok sedangkan
akibat menjadi ide penjelas.
Contoh
paragraph sebab akibat:
Sekarang
banyak sekali orang yang tidak sadar akan kebersihan lingkungannya. Mereka
membuang sampah seenaknya sendiri tanpa rasa bersalah. Akibatnya jika pada
musim hujan tiba seperti sekarang ini, terjadi banjir dimana mana. Banyak orang
menyalahkan pemerintah karena berbagai alasan tanpa mereka sadari kalau banjir
itu akibat ulahnya sendiri yang tidak menjaga kebersihan lingkungannya.
- Pengembangan Paragraf komparatif dan kontrastif
Sebuah paragraf dalam karangan ilmiah juga dapat dikembangkan dengan cara
diperbandingkan dimensi-dimensi kesamaanya. Kesamaan itu bisa cirinya,
karakternya, tujuanya, bentuknya, dan seterusnya. Perbandingan yang dilakukan
dengan cara mencermati dimensi-dimensi kesamaan untuk mengembangkan paragraf
yang demikian ini dapat disebut dengan model pengembangan komparatif.
Sebaliknya, perbandingan yang dilakukan dengan cara mencermati dimensi-dimensi
perbedaannya dapat disebut dengan perbandingan kontrastif.
Kesimpulan:
“Pengembangan komparatif melakukan perbadingan dimensi dimensi yang sama.
Sedangkan pengembangan konstrastif melakukan perbandingan”.
- Klimaks dan Anti-Klimaks
Klimaks yaitu suatu gagasan utama mula-mula yang diperinci dengan sebuah gagasan
bawahan yang dianggap paling rendah kedukdukannya, kemudian berangsur-angsur
disusun dengan sebuh gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi
kedudukannya atau kepentingannya. Dengan kata lain, gagasan-gagasan bawahan
disusun sekian macam sehingga gagasan-gagasan berikutnya lebih tinggi
kepentingannya dari gagasan sebelumnya.
Contoh:
“Bentuk traktor mengalami
perkembangan dari jaman ke jaman sejalan dengan kemajuan tekonologi yang
dicapai umat manusia. Pada waktu mesin uap sedang jaya-jayanya, ada traktor
yang dijalankan dengan uap. Modelnya kira-kira seperti mesin giling yang
digerakan oleh uap. Pada waktu tank sedang menjadi pusat perhatian orang,
traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. “Keturunan” traktor model
tank ini sampai sekarang masih digunakan orang, yaitu traktor yang pakai roda
rantai. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Catrepillar. Di samping
Caterpillar, Fordpun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat
pertanian lainnya. Jepang tidak mau kalah saing dengan dalam bidang ini.
Produksi jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor
yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya.”
Gagasan utama alinea di atas adalah Bentuk
traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman yang terdapat pada awal
alinea. Kemudian diperinci dalam empat gagasan bawahan, yaitu; traktor yang
dijalankan dengan uap, traktor yang pakai roda rantai, traktor buatan ford, dan
traktor buatan jepang atau padi traktor. gagasan bawahan pertama
didukung oleh dua kalimat, gagasan bawahan
kedua didukung oleh tiga kalimat; sebaliknya gagasan bawahan ketiga
hanya didukung oleh satu kalimat. Sebab itu terasa bahwa gagasan ini juga
kurang jelas. Gagasan bawahan keempat ditunjang oleh dua kalimat.
Adapun, contoh lain :
- Dalam pengembangan komoditas kopi terlihat berbagai instansi yang
menangani kegiatan produksi pengolahan, dan pemasaran. Pelbagai kegiatan
pembinaan dalam pengembangan komoditi kopi harus didasarkan pada suatu
kebijaksanaan komoditas yang konsisten dan terpadu. Kebijaksanaan produksi,
pengolahan lahan, dan pemasaran-pemasaran itu harus secara konsisten dan
terpadu membina peranan komoditas kopi dalam pembangunan nasional. Demikian
pula untuk komoditas pertanian yang lain. Inilah yang disebut kebijaksanaan
komoditas terpadu secara vertikal.
Variasi gagasan dari klimaks adalah anti-klimaks,
yaitu menulis mulai dari suatu gagasan atau tema yang dianggap paling
tinggi kedudukannya, kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan
yang lebih rendah
2. Paragraf
Antiklimaks
- Antiklimaks adalah gaya bahasa penegasan mulai dari suatu gagasan atau tema
yang dianggap paling tinggi kedudukannya, kemudian perlahan-lahan menurun
melalui gagasan-gagasan yang lebih rendah.
- Contoh paragraf antiklimaks:
Studi mengenai pembangunan di pedesaan Indonesia dari dimensi administrasi
pembangunan pada hakekatnya memerlukan studi mengenai tiga perspektif. Pertama,
kita memusatkan perhatian pada keadaan sumber-sumber yang utama di sekeliling
mana penduduk pedesaan harus mengorganisasi eksistensinya, khususnya ciri -
ciri yang terkait dengan masalah-masalah yang berskala nasional. Kedua,
sebaiknya kita mengenal faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menstrukturkan
sifat interaksi diantara penduduk pedesaan, baik selaku pribadi maupun selaku
anggota dari kesatuan sosial yang berbeda. Ketiga, kita memberi perhatian
kepada pemerintah ( birokrasi ) baik sebagai pencerminan dari perspektif yang
pertama maupun selaku pelopor perubahan.
Sumber:
http://nainilatifaswardrobe.blogspot.co.id/2014/11/jenis-dan-pengembangan-paragraf.html